Ciamis, Ciamispost : Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) secara resmi memperoleh suntikan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pengelolaan persampahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Alokasi bantuan ini diturunkan langsung sebagai bentuk penghargaan konkret atas konsistensi dan prestasi gemilang Kabupaten Ciamis dalam mempertahankan standar baku Program Adipura.
Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Slamet Budi Wibowo, S.IP.,M.Si melalui Kabid Kebersihan DPRKPLH, Irwan Efendi mengatakan, bahwa paket bantuan penunjang kebersihan yang didistribusikan ini terbilang komprehensif, mencakup 16 unit kontainer sampah berukuran besar, 4 unit truk angkutan berat, 2 unit alat berat jenis ekskavator, armada roda tiga, serta jajaran kendaraan operasional pendukung lainnya.
Seluruh fasilitas ini diproyeksikan langsung untuk mendongkrak efektivitas sekaligus memperluas jangkauan sistem tata kelola sampah di Tatar Galuh.
“Kontainer kiriman dari provinsi totalnya ada 16 unit. Tidak hanya itu, kami juga menerima unit alat berat berupa dua ekskavator, empat truk pengangkut, armada roda tiga, hingga kendaraan untuk operasional lapangan lainnya,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Irwan menguraikan, penempatan dua unit ekskavator baru tersebut nantinya akan difokuskan secara penuh guna mengoptimalkan tata bongkar muat dan penataan zona di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Di sisi lain, kehadiran empat unit truk operasional anyar dipastikan bakal memperkuat formasi armada pengangkut yang sudah ada, sehingga ritme pelayanan kebersihan di tengah masyarakat menjadi jauh lebih prima dan responsif.
Lebih jauh, intervensi bantuan dari Pemprov Jabar ini diakui menjadi jawaban instan atas problematika rusaknya sejumlah bak penampungan komunal di daerah.
Berdasarkan data lapangan, terdapat 11 unit kontainer sampah lama yang kondisinya sudah keropos dan tidak layak pakai, sehingga proses peremajaan memang harus digulirkan secara bertahap demi keselamatan kerja dan estetika kota.
“Dengan adanya pasokan kontainer baru ini, kami segera menindaklanjutinya dengan jalinan kesepakatan bersama (MoU) di tujuh wilayah kecamatan strategis. Langkah taktis ini bertujuan agar cakupan zonasi pelayanan sampah kita semakin luas dan terintegrasi,” tambahnya.
Kendati pasokan infrastruktur kebersihan dari pemerintah kian kokoh, DPRKPLH Ciamis mengingatkan bahwa kunci utama keberhasilan tata kelola lingkungan hidup tetap berada di tangan warga. Penguatan armada dinilai tidak akan pernah cukup tanpa dibarengi dengan perubahan paradigma publik dalam memperlakukan produksi limbah domestik mereka.
“Kami sangat mengetuk kesadaran masyarakat untuk bersedia memilah sampah sejak dari lingkungan rumah tangga, minimal memisahkan kategori organik, anorganik, hingga menyisakan sampah residu. Jika itu berjalan, maka volume yang masuk ke TPA benar-benar hanya sampah residu akhir, yang secara otomatis akan memperpanjang usia pakai TPA kita,” katanya.
Sebagai informasi, operasional harian DPRKPLH Ciamis sebelumnya bertumpu pada 15 unit armada truk sampah aktif. Melalui tambahan 4 unit armada truk segar dari Pemprov Jabar ini, total kekuatan logistik angkutan sampah Kabupaten Ciamis dipastikan melonjak menjadi 19 unit setelah seluruh administrasi dan persiapan teknis kendaraan rampung diselesaikan.
Melalui peremajaan skala besar serta penambahan fasilitas taktis ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis optimistis mampu meningkatkan mutu pelayanan publik secara signifikan. Langkah ini juga menjadi basis penguat bagi daerah untuk senantiasi menjaga keasrian lingkungan, memperluas jangkauan pelayanan hingga ke pelosok, sekaligus mengamankan supremasi piala Adipura ke depan.











