CIAMISPOST – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Ciamis terus memastikan penyaluran alat dan obat kontrasepsi (Alokon) dari gudang kabupaten berjalan sesuai kebutuhan pelayanan keluarga berencana di fasilitas kesehatan.
Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Ciamis, dr. Yoyo, mengatakan pengelolaan Alokon dilakukan melalui alur yang terencana, mulai dari analisis kebutuhan, persetujuan, penyiapan barang, pendistribusian hingga pencatatan dan pelaporan.
Pada tahap awal, kebutuhan Alokon dianalisis dengan mempertimbangkan stok gudang, pemakaian, buffer stock serta masa kadaluarsa. Berdasarkan analisis tersebut kemudian disusun rencana kebutuhan dan distribusi dengan memperhatikan jenis, jumlah, tujuan serta jadwal penyaluran kepada fasilitas kesehatan.
Selain alur rutin, tersedia pula mekanisme non-rutin atau darurat. Dalam kondisi tertentu, fasilitas kesehatan dapat mengajukan permintaan Alokon secara tertulis dengan melampirkan laporan stok dan pemakaian. Permintaan tersebut selanjutnya diverifikasi untuk memastikan kelengkapan dokumen, status fasilitas kesehatan serta kelayakan jumlah Alokon yang diajukan.
Setelah memperoleh persetujuan dari pejabat berwenang, diterbitkan Surat Perintah Mengeluarkan Barang (SPMB). Alokon kemudian disiapkan sesuai SPMB dengan menerapkan prinsip FEFO/FIFO, sebelum dilengkapi dokumen berupa Surat Bukti Barang Keluar (SBBK) dan surat jalan.
Distribusi Alokon selanjutnya disalurkan kepada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan sesuai rute dan prioritas kebutuhan. Fasilitas tersebut meliputi rumah sakit, puskesmas, klinik serta praktik bidan yang setara dengan fasilitas kesehatan.
Di tingkat pelayanan, fasilitas kesehatan memberikan pelayanan KB kepada akseptor sekaligus melakukan pencatatan penggunaan Alokon melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Faskes juga melaporkan pemakaian dan sisa stok secara berkala melalui SIGA, dengan data yang kemudian tersinkronisasi ke SIRIKA.
Menurut dr. Yoyo, pengelolaan Alokon yang dilakukan secara terencana dan berbasis data menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan KB agar kebutuhan di fasilitas kesehatan dapat terpenuhi secara tepat.
Dengan alur tersebut, pengelolaan Alokon diarahkan untuk mendukung perencanaan yang akurat, stok yang terkendali, distribusi yang tepat, pelayanan yang optimal serta data yang terintegrasi.











