Ciamis, Ciamispost : Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu terobosan terbaru dilakukan dengan mengembangkan Call Center 112 Ciamis melalui sistem Omni Channel, sehingga layanan kegawatdaruratan kini dapat diakses tidak hanya melalui panggilan telepon, tetapi juga berbagai platform digital berbasis pesan.
Pengembangan layanan tersebut disosialisasikan dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Call Center 112 Melalui Omni Channelyang digelar di Ruang Rapat Diskominfo Kabupaten Ciamis, Kamis (16/7/2026).
Inovasi ini diharapkan mampu mempercepat penanganan keadaan darurat sekaligus menghadirkan layanan publik yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kabupaten Ciamis, Herry Somantri, mengatakan penggunaan Call Center 112 terus mengalami peningkatan sejak pertama kali dioperasikan. Hingga pertengahan tahun 2026, layanan tersebut telah menerima dan menangani 5.510 panggilan, baik terkait kondisi darurat maupun permintaan informasi non-kedaruratan.

Menurut Herry, tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu alasan utama lahirnya inovasi Omni Channel. Melalui sistem ini, Call Center 112 akan terintegrasi dengan berbagai platform digital berbasis teks seperti WhatsApp, Instagram, Facebook Messenger, dan ke depan juga akan dikembangkan melalui TikTok.
“Pengembangan Omni Channel dilakukan untuk mengoptimalkan inklusivitas pelayanan publik. Masyarakat nantinya tidak hanya bisa menghubungi 112 melalui panggilan telepon, tetapi juga melalui layanan chat di berbagai platform digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan, layanan berbasis pesan tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas, khususnya masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam menggunakan layanan panggilan suara. Dengan demikian, seluruh warga memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh layanan darurat secara cepat dan mudah.
Selain memperluas akses layanan, pengembangan Omni Channel juga menjadi bagian dari Aksi Perubahan (Akper) yang diusung Herry Somantri dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun 2026.
Tak hanya itu, inovasi tersebut juga menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan layanan kegawatdaruratan dengan pelayanan informasi publik. Selama ini, cukup banyak masyarakat yang memanfaatkan nomor 112 untuk memperoleh informasi di luar kondisi darurat.
Melalui integrasi tersebut, Call Center 112 akan berperan sebagai pintu masuk pelayanan masyarakat, sedangkan informasi resmi dan dapat dipertanggungjawabkan akan didukung oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Ciamis.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Ciamis, Enda Hidayat, menegaskan bahwa pelayanan publik harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.

Menurutnya, memasuki tahun ketiga operasional Call Center 112, petugas di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya tingginya jumlah panggilan iseng atau prank call yang mengganggu efektivitas pelayanan darurat.
“Tantangan di lapangan sangat dinamis. Untuk menindaklanjuti maraknya prank call, kami terus berkoordinasi dengan mitra pengembang sistem (DSI). Saat ini kami telah melakukan pembatasan dengan memblokir nomor-nomor anonim yang terbukti melakukan panggilan iseng,” kata Enda.
Ia menambahkan, kehadiran layanan berbasis chat melalui Omni Channel diharapkan mampu mengurangi praktik penyalahgunaan layanan karena identitas digital pengguna lebih mudah ditelusuri dibandingkan panggilan anonim.
Selain itu, Diskominfo terus mengedukasi masyarakat bahwa nomor 112 merupakan layanan darurat kemanusiaan yang harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab, bukan untuk kepentingan iseng ataupun percobaan.
Meski menghadirkan berbagai inovasi baru, Enda memastikan pelayanan utama Call Center 112 tetap berfokus pada penanganan keadaan darurat. Kecepatan respons terhadap setiap laporan masyarakat, baik yang masuk melalui telepon maupun media sosial, tetap menjadi prioritas.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas pelayanan agar masyarakat memperoleh penanganan yang cepat saat menghadapi situasi darurat. Dukungan seluruh perangkat daerah dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan layanan ini,” tegasnya.
Diskominfo Kabupaten Ciamis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, serta para pemangku kepentingan yang selama ini berkolaborasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui Call Center 112.
Sebagai penutup, Enda berharap forum koordinasi lintas sektor seperti sosialisasi ini dapat dilaksanakan secara rutin sedikitnya sekali dalam setahun. Menurutnya, sinergi yang terus terjalin akan semakin memperkuat kualitas pelayanan kegawatdaruratan sehingga manfaat Call Center 112 dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat Kabupaten Ciamis.











