CIAMISPOST – Upaya penanganan krisis air untuk sekitar 4.000 hektare lahan persawahan di wilayah perbatasan Kabupaten Ciamis dan Pangandaran hingga kini belum menemui kepastian solusi.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Endang Cahyadi, usai mendampingi kunjungan lapangan Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Nandang Sudrajat, pada Kamis (7/5/2026).
Menurut Endang, kunjungan tersebut lebih difokuskan pada langkah mitigasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, bukan pada keputusan konkret terkait pemenuhan kebutuhan air untuk areal persawahan terdampak.
“Kunjungan ini belum menghasilkan langkah pasti untuk menanggulangi kebutuhan pasokan air di areal 4.000 hektare sawah,” ujar Endang.
Areal pertanian yang terdampak mencakup wilayah Kecamatan Lakbok, Purwadadi, dan Banjarsari di Kabupaten Ciamis, serta sebagian wilayah Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran.
Ia menegaskan, pemerintah saat ini masih berfokus pada upaya antisipasi kekeringan agar dampak musim kemarau terhadap petani dapat ditekan.
“Mohon maaf, kunjungan kali ini fokus ke mitigasi penanganan menghadapi musim kemarau beberapa bulan ke depan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Endang menyampaikan empat usulan strategis kepada pemerintah pusat guna menjaga ketahanan pangan dan keberlangsungan pertanian di wilayah selatan Ciamis dan Pangandaran.
Pertama, meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy memastikan pasokan air di seluruh jaringan irigasi tetap tersedia selama musim kemarau.
Kedua, mengusulkan pembangunan pintu air di Sipon agar petani di wilayah Lakbok dan Purwadadi tetap dapat menyedot air menggunakan mesin ketika saluran irigasi mengalami kekeringan.
Ketiga, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di sejumlah desa di Kecamatan Lakbok, Purwadadi, dan Banjarsari.
Keempat, perbaikan jaringan irigasi serta pembangunan Bendungan Gunung Putri di Sindangasih, Kecamatan Banjarsari, yang saat ini mengalami kerusakan.
Endang menegaskan dirinya bersama pemerintah desa, kecamatan, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait akan terus mengawal usulan tersebut hingga benar-benar direalisasikan.
“Saya pribadi bersama pemerintah desa, kecamatan, pemda, dan pihak terkait akan terus mengawal usulan tersebut,” tegasnya.
Selain itu, Endang juga meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, segera turun tangan membantu para petani dengan langkah konkret.
“Semoga Pak Gubernur Jawa Barat bisa secepatnya membantu dengan aksi nyata, bukan untuk kepentingan konten semata, tetapi dengan realisasi sesuai tahapan yang benar. Ciamis dan Pangandaran merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Barat,” tandasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan agar berbagai upaya yang dilakukan dapat membawa manfaat bagi para petani.
“Mohon doa dan dukungannya dari Bapak-Ibu sekalian. Semoga ikhtiar dengan segala keterbatasan yang kami miliki diridai Allah SWT serta dapat meringankan beban masyarakat,” pungkasnya.
***TAA











