Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks

Tekan Kekerasan terhadap Anak, DP2KBP3A Ciamis Dorong Penguatan Pola Asuh Keluarga

CIAMISPOST – Upaya mencegah kekerasan terhadap anak di Kabupaten Ciamis tidak hanya dilakukan melalui penanganan ketika kasus terjadi. Penguatan keluarga, pola asuh dan kemampuan orang tua memahami perkembangan anak menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya persoalan yang dapat berdampak terhadap kondisi psikologis anak.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KBP3A Kabupaten Ciamis, Elis Lismayani, mengatakan perubahan zaman membuat pola hubungan antara orang tua dan anak juga mengalami perubahan. Perbedaan karakter dan pola pikir antargenerasi perlu dipahami agar pola asuh yang diterapkan tetap sesuai dengan kebutuhan anak saat ini.

Menurut Elis, pola asuh yang diwariskan dari generasi sebelumnya tidak selalu dapat diterapkan begitu saja kepada anak-anak generasi sekarang. Perkembangan teknologi dan digitalisasi turut membentuk cara anak berinteraksi, memperoleh informasi serta membangun hubungan sosial.

“Ketika kita bawa pola asuh dari masa lalu ketemu dengan mindset masa kini, jelas tidak akan ketemu. Jembatannya tidak nyambung,” ujar Elis.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena tindakan yang dianggap sebagai hal biasa oleh orang dewasa dapat berdampak berbeda bagi anak. Termasuk ucapan maupun perlakuan yang dilakukan secara berulang dan tanpa disadari dapat memengaruhi kondisi mental anak.

Selain keluarga, lingkungan pergaulan dan perkembangan media sosial juga menjadi tantangan tersendiri. Anak-anak saat ini memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai informasi sehingga membutuhkan pendampingan agar mampu memilah pengaruh positif maupun negatif.

Elis juga menyoroti bullying sebagai salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, bullying yang dilakukan secara terus-menerus dan dengan tujuan menyakiti dapat memengaruhi kondisi psikologis anak, mulai dari menarik diri dari lingkungan hingga kehilangan kepercayaan diri.

Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi di sekolah atau lingkungan masyarakat yang sudah memiliki kepedulian. Keluarga dan kelompok rentan juga perlu dijangkau secara langsung agar edukasi mengenai pola asuh dan perlindungan anak benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

“Pencegahannya itu dari akar masalahnya, grassroots-nya,” katanya.

DP2KBP3A Ciamis mendorong agar peringatan maupun momentum terkait anak tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi setiap keluarga untuk melakukan evaluasi mengenai apa yang sudah diberikan kepada anak, sekaligus memperbaiki pola asah, asih dan asuh.

Dengan penguatan keluarga, kepedulian lingkungan serta pemahaman terhadap perkembangan anak, pencegahan kekerasan diharapkan dapat dilakukan lebih awal sehingga anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung perkembangan mereka.

 

Penulis: TegarEditor: Tegar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *