Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks

Ciamis Perkuat Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak, Masyarakat Didorong Tak Diam

CIAMISPOST – Upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Ciamis terus diperkuat dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah Kabupaten Ciamis mendorong agar pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi dilakukan bersama mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh masyarakat, organisasi hingga media.

Langkah tersebut dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Ciamis melalui kegiatan Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan (KtP), Kekerasan terhadap Anak (KtA), Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan Perkawinan Anak.

Kegiatan berlangsung di Aula Korpri Ciamis, Rabu (12/8/2026), dan dibuka Kepala DP2KBP3A Kabupaten Ciamis, dr. H. Yoyo, MMKes.

Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari berbagai unsur, mulai dari akademisi perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama, Forum Anak Daerah, organisasi kemahasiswaan, organisasi pendidikan, kepemudaan hingga media massa.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pemahaman dari tiga narasumber, yakni Yuliana Surya Galih, SH., MH. dari LBH Swadarma Galuh, Gita Wulandari Anjani, M.Psi., Psikolog, CHA., selaku psikolog klinis dan praktisi art therapy, serta Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DP2KBP3A Kabupaten Ciamis, Elis Lismayani, SKM., Bdn., MM.

Materi yang disampaikan tidak hanya membahas bentuk dan dampak kekerasan, tetapi juga pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengenali, mencegah, serta merespons persoalan yang menimpa perempuan dan anak.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Ciamis, dr. H. Yoyo, MMKes, menegaskan perlindungan terhadap perempuan dan anak membutuhkan kerja bersama. Menurutnya, persoalan kekerasan tidak cukup ditangani ketika kasus telah terjadi, tetapi perlu dicegah sejak dari lingkungan terdekat.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak ini seperti fenomena gunung es. Yang terlihat hanya sebagian kecil, sementara masih banyak kejadian di bawah permukaan yang perlu ditangani,” ujar Yoyo dalam sambutannya.

Karena itu, menurut Yoyo, kolaborasi berbagai unsur menjadi penting untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan perempuan dan anak.

“Tujuan kegiatan ini sebagai momentum berkolaborasi dalam rangka mencegah dan memberdayakan masyarakat untuk menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik KtP, KtA, ABH, TPPO maupun perkawinan anak di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Yoyo berharap keterlibatan berbagai unsur tersebut dapat memperkuat jejaring perlindungan di tengah masyarakat. Dengan jejaring yang semakin kuat, persoalan yang berpotensi menjadi kekerasan maupun kasus yang telah terjadi diharapkan dapat lebih cepat dikenali dan ditangani melalui jalur yang tepat.

Masyarakat juga didorong untuk tidak bersikap diam ketika menemukan dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kepedulian dari lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang yang lebih aman bagi perempuan dan anak.

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Pemkab Ciamis berkomitmen terus memperkuat perlindungan perempuan dan anak sekaligus membangun lingkungan yang aman, peduli dan responsif terhadap berbagai bentuk kekerasan.

 

Penulis: TegarEditor: Tegar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *