CIAMIS, Ciamispost : Sektor pertanian di Kabupaten Ciamis terus membuktikan taringnya sebagai penopang utama ekonomi daerah. Dalam pembukaan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya mengungkapkan rasa bangganya terhadap capaian para petani lokal yang kini mampu memasok hasil bumi hingga ke luar daerah.
Acara akbar yang memperingati HKP ke-54 tersebut berpusat di Lapangan Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Senin (13/07/2026). Ribuan petani dari 27 kecamatan tampak memadati lokasi dengan penuh antusias.
Pertanian Ciamis Jadi Tulang Punggung Ekonomi
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan bahwa struktur kemasyarakatan di Ciamis sangat unik. Berdasarkan data statistik terbaru, mayoritas perputaran ekonomi warga bertumpu pada sektor agraria.
“Sekitar 65 persen masyarakat Ciamis menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan buruh tani. Karakter kita berbeda dengan daerah lain yang mengandalkan industri. Ciamis justru sangat kuat di sektor pertanian,” ujarnya.
Kondisi geografis dan produktivitas yang tinggi ini, lanjut Herdiat, membuat Ciamis sukses menjaga ketahanan pangan secara mandiri. Hebatnya lagi, hasil panen dari Bumi Galuh kini rutin dikirim untuk memenuhi kebutuhan pangan di berbagai wilayah luar daerah.
“Kita sudah swasembada. Bukan hanya beras, hasil peternakan seperti daging ayam juga sudah kita pasok ke luar daerah. Ini membuktikan potensi pertanian kita sangat luar biasa,” tegasnya.
Peluang Pasar dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Di hadapan ribuan insan tani yang hadir pada momen HKP ke-54, Bupati Herdiat juga mengulas peluang strategis dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia tidak menampik adanya dinamika di lapangan, seperti melonjaknya permintaan komoditas tertentu.
“Memang ada persoalan yang muncul, misalnya kebutuhan telur yang meningkat tajam sejak program berjalan. Namun di sisi lain, MBG membuka pasar yang sangat besar bagi hasil pertanian kita,” jelasnya
Menurutnya, komoditas sayuran, buah-buahan, beras, hingga ikan dari Ciamis dalam kondisi surplus. Ia berharap tata kelola program MBG terus disempurnakan agar para petani lokal mendapatkan kepastian pasar yang menguntungkan.
Solusi Kelangkaan Pupuk dan Tantangan Regenerasi
Selain membahas surplus pangan, Bupati Ciamis dua periode ini juga menyoroti keluhan klasik terkait distribusi pupuk bersubsidi. Menghadapi kelangkaan tersebut, ia mendorong para petani untuk mulai beralih ke pupuk organik.
“Penggunaan pupuk organik jauh lebih efisien, menekan biaya produksi, dan bisa meningkatkan nilai jual hasil panen. Saya juga minta tidak ada lagi penyimpangan distribusi pupuk subsidi yang merugikan petani,” tegasnya.
Di akhir pidatonya pada peringatan HKP ke-54 ini, Bupati Herdiat menitipkan pesan krusial mengenai pentingnya regenerasi petani. Mengingat sebagian besar pelaku pertanian saat ini sudah berusia lanjut, ia menantang generasi muda untuk ikut ambil bagian.
“Tantangan terbesar kita ke depan adalah regenerasi. Kita harus mampu menarik minat anak-anak muda agar mau menjadi petani modern, inovatif, dan sejahtera. Jangan sampai lahannya ada, tapi tidak ada lagi yang mengelola,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 tingkat Kabupaten Ciamis ini dihadiri oleh sekitar 2.000 peserta. Mulai dari kelompok tani, penyuluh, pelaku usaha, hingga unsur forkopimda berkumpul untuk memperkuat kolaborasi demi pertanian Ciamis yang berkelanjutan.











