Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks

Warga Ciamis Wajib Tahu! Ini Jam Resmi Buang Sampah

CIAMISPOST – Pemerintah Kabupaten Ciamis mempertegas penertiban pengelolaan sampah dengan menerapkan aturan disiplin yang lebih ketat, khususnya di kawasan jalan protokol dan jalur pengangkutan.

Melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), kebijakan tersebut resmi diberlakukan mengacu pada Surat Edaran Bupati Ciamis Nomor 600.1.17.3/867-DPRKPLH.03/2024.

Kepala DPRKPLH Ciamis, Giyatno, menegaskan bahwa langkah ini diambil karena masih banyak ditemukan sampah menumpuk di trotoar, bahu jalan, hingga saluran air.

“Kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan. Selain merusak keindahan kota, juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Sebagai langkah awal, masyarakat diwajibkan menyediakan tempat sampah di bagian depan rumah untuk memudahkan proses pengumpulan oleh petugas.

Tak hanya itu, warga juga dilarang keras membuang sampah di sembarang tempat. Seluruh sampah rumah tangga harus dibuang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) komunal yang telah disediakan pemerintah.

DPRKPLH juga memberlakukan aturan waktu pembuangan sampah. Warga hanya diperbolehkan membuang sampah pada pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB.

“Di luar jam tersebut, pembuangan sampah tidak diperbolehkan karena dapat mengganggu proses pengangkutan dan menyebabkan penumpukan,” tegas Giyatno.

Kebijakan ini juga menyasar pelaku usaha di sepanjang jalan protokol agar turut menjaga kebersihan lingkungan.

Sebagai bentuk penegakan aturan, pemerintah akan meningkatkan pengawasan dan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar.

Penindakan mengacu pada Perda Nomor 10 Tahun 2012, dengan ancaman kurungan maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp50 juta.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi “Ciamis Maju dan Berkelanjutan” melalui lingkungan yang bersih, sehat, dan tertib.

Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif, tidak hanya dalam menjaga kebersihan, tetapi juga mengawasi lingkungan sekitar.

“Perubahan tidak akan terjadi tanpa kesadaran bersama. Kebersihan dimulai dari rumah dan kebiasaan kita sehari-hari,” pungkasnya. ***TAA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *