CIAMISPOST.ID, JAKARTA, – Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN BMI) mengambil langkah tegas dalam merespons beredarnya konten fitnah yang menyerang Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Tidak hanya menuntut jalur hukum, organisasi sayap Partai Demokrat ini menyatakan akan melakukan perburuan mandiri terhadap aktor intelektual di balik kanal YouTube “Dibikin Channel”.
Kanal tersebut menjadi sorotan setelah mengunggah konten yang menuduh AHY, bersama Puan Maharani dan Rizieq Shihab, bertindak sebagai koordinator dalam penyebaran isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Tuduhan ini dinilai sebagai upaya adu domba yang sangat berbahaya bagi stabilitas politik.
Ketua Umum DPN BMI, H. Farhan Evendi, M.AP, melalui Ketua Harian DPN BMI, Aditiya Utama, menegaskan bahwa konten tersebut adalah bentuk serangan personal yang keji. Menurutnya, narasi yang dibangun bukan sekadar kekeliruan informasi, melainkan tindakan kriminal digital.
“Narasi yang dibangun oleh kanal tersebut bukan sekadar informasi salah, melainkan sebuah kejahatan siber terstruktur dan upaya pembunuhan karakter yang jahat untuk merusak citra AHY serta mengganggu stabilitas politik nasional yang saat ini sedang kondusif. Tuduhan yang menyebut AHY bersekongkol hingga membiayai gerakan untuk mendelegitimasi mantan kepala negara adalah fitnah murahan yang sangat tidak berdasar dan merupakan serangan personal yang amat keji,” tegas Aditiya Utama, Sabtu, 28 Maret 2026.
Aditiya menambahkan bahwa saat ini AHY sedang fokus penuh menjalankan tugas negara di kabinet Presiden Prabowo Subianto.
“Saat ini, AHY tengah fokus total menjalankan amanah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, selain itu hubungan AHY dengan Jokowi selama ini terjalin sangat harmonis dan produktif,” imbuhnya.
BMI mencium adanya motif persaingan tidak sehat di balik kemunculan konten tersebut. Mereka menilai ada pihak yang merasa terganggu dengan kinerja positif AHY di pemerintahan. Sebagai respons, BMI tidak akan tinggal diam dan siap melakukan pelacakan secara mandiri.
“BMI juga mengancam akan melakukan investigasi mandiri dan tracing digital untuk mencari dalang di balik kanal ‘Dibikin Channel’. BMI akan mencari tahu siapa yang mendanai dan siapa aktor intelektual di balik konten ini, karena BMI tidak akan membiarkan simbol kepemimpinan AHY diserang oleh pengecut yang bersembunyi di balik layar,” ungkap pihak DPN BMI dalam pernyataan resminya.
BMI juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang terlibat untuk segera mempertanggungjawabkan perbuatannya sebelum langkah lebih jauh diambil.
“Sebagai peringatan terakhir, BMI memberikan ultimatum terbuka kepada pengelola kanal ‘Dibikin Channel’ dan aktor-aktor di belakangnya untuk segera menghentikan fitnah ini, menghapus konten terkait, dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada AHY serta Partai Demokrat,” ucapnya.
Menutup pernyataannya, BMI meminta seluruh simpatisan untuk tetap solid dan tidak terprovokasi, namun tetap bersiap jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengawal kehormatan partai dan pimpinannya.
“Terakhir, BMI mengimbau seluruh kader dan simpatisan untuk tetap tenang namun waspada, serta merapatkan barisan dalam mengawal agenda pembangunan nasional. Jangan pernah sekali-kali mencoba merusak soliditas tokoh bangsa dengan fitnah, atau BMI yang akan bergerak mencari dan mengungkap wajah asli aktor di balik akun tersebut ke publik,” ungkapnya.
Langkah ini sejalan dengan dukungan penuh BMI terhadap Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat yang juga tengah memproses kasus ini ke ranah hukum pidana.***











