Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks
Global  

Trump Isyaratkan Segera Akhiri Perang AS-Iran, Klaim Militer Teheran Telah Lumpuh

CIAMISPOST.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk pertama kalinya memberi sinyal bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir. Ia menyebut operasi militer yang berlangsung bersama Israel sejak akhir Februari itu hampir rampung dan berjalan lebih cepat dari jadwal awal. Pernyataan tersebut langsung memicu rebound pasar saham AS setelah sebelumnya sempat tertekan akibat konflik.

Klaim Militer Iran Telah Lumpuh

Trump mengklaim operasi militer terhadap Iran telah menghancurkan sebagian besar kemampuan militer negara tersebut. Kondisi Iran saat ini dinilai sudah jauh melemah dibandingkan sebelum perang dimulai.

“Saya pikir perang ini sudah sangat sempurna, kurang lebih,” kata Trump kepada CBS News. “Mereka tidak punya angkatan laut, komunikasi, maupun angkatan udara,” tambahnya.

Menurut Trump, berbagai sistem senjata Iran telah hancur. Rudal mereka tersisa sedikit, dan fasilitas produksi drone telah dihancurkan. Perkembangan ini membuat pasukan AS melampaui jadwal perkiraan awal yang diprediksi memakan waktu empat hingga lima minggu.

Serangan Balasan dan Penutupan Selat Hormuz

Di sisi lain, Iran di bawah kepemimpinan baru Mojtaba Khamenei tetap melancarkan serangan balasan. Militer Iran meluncurkan gelombang baru rudal dan drone ke sejumlah negara di kawasan, termasuk Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Israel, hingga Turkiye.

Konflik Timur Tengah ini turut mengguncang pasar energi global setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui hampir 20 persen perdagangan minyak mentah dunia. Akibatnya, harga minyak sempat melonjak melewati 100 dolar AS per barel, mencetak level tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Tekanan Ekonomi Global dan Korban Jiwa

Penasihat kebijakan luar negeri pemimpin tertinggi Iran, Kamal Kharazi, menyatakan bahwa Teheran memprediksi tekanan ekonomi global akan mendesak negara-negara lain untuk turun tangan mengakhiri perang.

Sejak serangan AS dan Israel ke Iran, harga minyak dunia telah naik sekitar 40-50 persen. Di sisi lain, jumlah korban jiwa terus bertambah di berbagai belahan wilayah:

  • 7 warga negara Amerika Serikat.
  • Sedikitnya 1.230 orang di Iran.
  • Hampir 400 orang di Lebanon.
  • Sedikitnya 11 orang di Israel.

Dampak krisis energi juga mulai terasa secara global. Antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar dilaporkan terjadi hingga Vietnam dan Filipina, sementara negara Eropa seperti Hongaria dan Kroasia terpaksa mengumumkan pembatasan harga bahan bakar untuk menekan lonjakan inflasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *