Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks
Ciamis  

Refleksi Hari Perempuan: Ketua BEM Unigal Soroti Hilangnya Rasa Aman

CIAMISPOST.ID – Saya atas nama Ketua BEM Universitas Galuh mengucapkan turut berdukacita atas hilangnya rasa aman, adil, dan setara untuk para perempuan, tidak hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Hari yang seharusnya dirayakan oleh para perempuan, namun yang terjadi adalah realitas ketidakamanan, ketidakadilan, dan ketidaksetaraan.

Hari ini saya ucapkan selamat dan semangat untuk perempuan yang tetap mencari dan memperjuangkan haknya. Perempuan sebagai insan akademis, pencipta, dan pengabdi memiliki peran ganda dan setara dalam kehidupan domestik maupun publik.

Hak dan Peran Ganda Perempuan

Dalam hal ini, perempuan berhak untuk mendapatkan semua kesempatan yang ada, setara dengan laki-laki untuk beraktivitas dan memimpin di ruang publik, di samping perannya dalam domestik. Karena bagaimanapun juga, perempuan adalah guru pertama untuk generasi bangsa, maka perempuan berhak untuk mendapatkan kesempatan seluas-luasnya.

Namun, hingga hari ini, dunia masih gagal memberikan rasa aman, keadilan, dan kesetaraan yang seharusnya menjadi hak dasar perempuan. Perempuan masih harus berjalan dengan rasa takut di ruang publik, menghadapi pelecehan yang dianggap lumrah, dan menanggung beban sosial yang tidak adil. Ketidakamanan ini bukan sekadar pengalaman pribadi, melainkan cermin dari sistem yang belum berpihak.

Diskriminasi dan Ketidakadilan Nyata

Ketidakadilan hadir dalam bentuk diskriminasi yang nyata. Seperti upah yang lebih rendah, kesempatan yang terbatas, hingga hukum yang sering kali tidak melindungi. Perempuan dipaksa untuk menerima perlakuan yang tidak setara, seolah-olah suara mereka kurang penting dibandingkan suara laki-laki.

Ketidaksetaraan pun terus menjadi tembok besar yang membatasi mimpi. Pendidikan, pekerjaan, bahkan ruang politik masih sering ditentukan oleh gender. Perempuan harus berjuang lebih keras hanya untuk mendapatkan pengakuan yang seharusnya otomatis mereka miliki.

Seruan untuk Laki-laki dan Kesetaraan

Maka, untuk para laki-laki, saatnya kita membuka mata dan hati. Perempuan bukan sekadar pendamping, perempuan adalah manusia yang memiliki hak penuh untuk aman, adil, dan setara. Dalam ranah domestik, perempuan tidak boleh lagi dibebani dengan stigma bahwa rumah hanya tanggung jawab mereka. Dalam ranah publik, perempuan berhak berdiri, memimpin, dan berkontribusi tanpa dibatasi oleh stereotip gender.

Kesetaraan bukan ancaman bagi laki-laki, melainkan jalan menuju dunia yang lebih adil. Pemberdayaan perempuan bukan sekadar slogan, tetapi kewajiban moral untuk menciptakan generasi bangsa. Ketika perempuan diberdayakan, keluarga menjadi lebih kuat, masyarakat lebih sehat, dan bangsa lebih maju.

Gerakan Nyata untuk Perubahan

Mari kita hentikan sikap diam. Mari kita dukung perempuan untuk bersuara, berkarya, dan memimpin. Karena dunia yang setara bukan hanya milik perempuan, tetapi milik kita semua.

Opini ini bukan sekadar keluhan. Ini adalah seruan. Dunia tidak akan pernah benar-benar adil jika separuh penghuninya terus diperlakukan tidak setara. Perjuangan perempuan adalah perjuangan kemanusiaan. Menuntut rasa aman, keadilan, dan kesetaraan bukanlah permintaan berlebihan, melainkan hak yang melekat sejak lahir.

Selama perempuan masih harus bertahan di tengah ketidakamanan, selama suara perempuan masih dipinggirkan, maka dunia belum selesai belajar tentang arti keadilan. Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa perjuangan ini tidak berhenti di kata-kata, tetapi menjadi gerakan nyata untuk perubahan. Hidup Mahasiswa, Hidup Perempuan seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *