CIAMISPOST.ID – Televisi Pemerintah Iran melaporkan bahwa drone yang ditembakkan oleh Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) diklaim telah menghantam kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln. Kendati demikian, laporan resmi tersebut belum memerincikan tingkat kerusakan maupun dampak spesifik dari serangan ini.
Klaim Serangan Laut Tanpa Rincian
Dilansir dari kantor berita AFP, televisi pemerintah tidak memberikan bukti visual atau rincian teknis mengenai klaim tersebut. Peristiwa ini mengingatkan pada insiden sebelumnya di mana Garda Revolusi juga mengklaim telah mengenai kapal induk AS. Namun, saat itu Pentagon membantah keras dan menyatakan bahwa rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran.
Targetkan Pangkalan Militer di Kuwait
Selain menyasar armada laut, militer Iran juga dilaporkan kembali melancarkan serangan udara ke wilayah darat. Berdasarkan laporan Al Jazeera dan AFP, Iran menargetkan pasukan Amerika Serikat (AS) yang bermarkas di Kamp Arifjan, Kuwait.
Laporan yang juga dikutip oleh kantor berita semi-resmi Tasnim menyebutkan bahwa serangan tersebut melibatkan drone-drone tempur. Sasaran utamanya juga mencakup Kamp Udairi, fasilitas militer utama AS di barat laut Kuwait yang kini lebih dikenal sebagai Kamp Buehring.
“Unit-unit drone angkatan laut angkatan bersenjata menargetkan lokasi Kamp Udairi pasukan AS di Kuwait menggunakan drone tempur,” bunyi pernyataan resmi militer yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran.











