Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks
Global  

Kronologi Intelijen CIA Lacak dan Tewaskan Ayatollah Khamenei

CIAMISPOST.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu secara mengejutkan mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada hari Minggu. Kabar ini menjadi pukulan telak bagi Teheran menyusul serangan masif yang dilancarkan AS dan Israel pada Sabtu sebelumnya.

Stasiun televisi pemerintah Iran segera mengonfirmasi kabar tersebut tak lama setelah pengumuman. Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan presisi yang menghantam ibu kota Teheran.

Tidak hanya sang Pemimpin Tertinggi, serangan tersebut juga dilaporkan menewaskan anggota keluarga intinya, termasuk anak, menantu, cucu, serta para pengawal pribadinya. Menyikapi situasi darurat ini, pemerintah Iran menunjuk Presiden Masoud Pezeshkian bersama dua pejabat tinggi lainnya untuk memegang kendali pemerintahan selama masa transisi.

Peran Vital Intelijen CIA

Keberhasilan operasi militer yang menargetkan Khamenei menimbulkan pertanyaan besar mengenai bagaimana lokasi akuratnya diketahui. Mengutip laporan AFP, Senin (2/3/2026), tewasnya Khamenei tidak lepas dari peran krusial data intelijen CIA.

Badan intelijen AS tersebut mengindikasikan bahwa Khamenei dijadwalkan menghadiri pertemuan strategis dengan para pejabat tinggi Iran guna memandu serangan balasan melawan AS dan Israel.

Menurut laporan New York Times yang mengutip sumber terkait operasi tersebut, CIA telah melacak pergerakan Khamenei selama berbulan-bulan. Mereka mendapatkan informasi valid mengenai pertemuan pejabat tinggi Iran yang dijadwalkan pada Sabtu pagi di sebuah kompleks kepemimpinan di jantung Teheran.

Detik-detik Serangan Mematikan

Rencana awal Washington dan Tel Aviv adalah melancarkan serangan pada malam hari. Namun, berdasarkan data intelijen real-time dari CIA, para pejabat menyesuaikan rencana tersebut.

“AS memberikan informasi tersebut kepada Israel, yang berencana melakukan serangan terhadap kepemimpinan Iran,” lapor surat kabar tersebut. Operasi dimulai sekitar pukul 06.00 pagi waktu Israel, dan rudal jarak jauh menghantam kompleks target sekitar pukul 09.40 pagi.

“Para pejabat senior keamanan nasional Iran berada di salah satu gedung di kompleks tersebut, dan Khamenei berada di gedung terdekat,” tulis laporan itu.

Selain Khamenei, serangan pemboman tersebut juga menewaskan dua tokoh militer penting Iran:

  • Jenderal Mohammad Pakpour: Kepala Garda Revolusi.
  • Ali Shamkhani: Penasihat keamanan senior.

Eskalasi Konflik Regional

Sebagai respon, Iran melancarkan serangan balasan yang dilaporkan terjadi di seluruh kawasan Teluk, termasuk menargetkan ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, dan area dekat pangkalan militer AS. Situasi ini memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik regional yang lebih besar.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan sikapnya dengan menyatakan bahwa pemboman militer Amerika akan terus berlanjut “selama diperlukan” untuk menetralisir ancaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *