Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks

Momen Tegang Mahasiswa Tunjuk Polisi Saat Demo di Mabes Polri, Ungkit Insiden Lama

CIAMISPOST.ID – Ketegangan mewarnai aksi demonstrasi di depan Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/2/2026). Salah seorang peserta aksi tertangkap kamera menunjuk-nunjuk dan berteriak tepat di wajah seorang anggota kepolisian.

Insiden tersebut melibatkan seorang polisi berinisial A yang mengenakan kopiah dan sorban putih. Ia tampak bergeming meski telunjuk mahasiswa berjaket almamater kuning berinisial SB berada sangat dekat dengan wajahnya. Rekan-rekan mahasiswa lain sempat mencoba menarik SB ke belakang, namun ia kembali maju dan bahkan sempat menarik serta menghentakkan sorban yang dikenakan polisi tersebut.

Kronologi dan Alasan Ketegangan

SB mengungkapkan alasan emosional di balik tindakannya. Ia mengaku mengenali polisi berinisial A sebagai sosok yang diduga melakukan pemukulan terhadap dirinya saat demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu di kawasan GBK Arena.

“Waktu sebelum Affan Kurniawan dilindas, saya mau masuk ke GBK Arena sama teman 12 orang. Dia memeriksa, saya tanya ‘Polisi bukan?’ enggak dijawab, saya langsung didorong, dijatuhkan ke tanah, dipukul,” jelas SB kepada wartawan usai aksi.

Meski memiliki rekaman video wajah pelaku pemukulan, SB menyatakan masih perlu memastikan identitasnya lebih lanjut. “Mirip seperti dia. Tapi saya belum bisa memastikan dia apa bukan, karena videonya ada di HP saya namun sekarang sinyalnya belum ada,” tambahnya.

Respon Polda Metro Jaya

Menanggapi insiden tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyayangkan tindakan agresif yang terjadi. Ia menyoroti adanya pelecehan verbal dan vandalisme terhadap atribut petugas.

“Walaupun di dalam kegiatan tadi kita lihat ada oknum mahasiswa yang juga memaki-maki anggota Polri, bahkan menulis di syalnya Polwan dengan tulisan yang tidak elok,” ujar Budi secara terpisah.

Daftar Tuntutan Massa Aksi

Demonstrasi yang berlangsung dari pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB tersebut berakhir damai tanpa kerusuhan. Massa aksi membawa sejumlah tuntutan krusial terkait reformasi di tubuh Polri. Berikut adalah poin-poin tuntutan mereka:

  • Mendesak hukuman berat bagi anggota Brimob yang memukul seorang anak dengan helm di Tual, Maluku.
  • Meminta Kapolri dan Kapolda Maluku dicopot dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban.
  • Menuntut pembatasan anggota kepolisian agar tidak menjabat posisi strategis di ruang sipil.
  • Menuntut realisasi hasil reformasi Polri secara menyeluruh.
  • Meminta pembebasan tahanan politik yang ditangkap saat demo akhir Agustus 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *