Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks

Ciamis Siap Jadi Sentra Kacang Tanah Terintegrasi, Perkuat Kolaborasi Petani hingga Kementerian

CIAMISPOST.ID – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat sektor pertanian melalui Program Pengembangan Kacang Tanah Terintegrasi yang melibatkan kolaborasi multipihak dari hulu hingga hilir.

Program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus model kemitraan pertanian berkelanjutan berbasis pasar.

Kabupaten Ciamis dinilai memiliki potensi lahan pertanian yang luas serta sumber daya petani yang siap diberdayakan.

Kacang tanah dipilih sebagai komoditas strategis karena memiliki permintaan industri yang stabil dan berkelanjutan, sehingga memberikan kepastian pasar bagi para petani.

Baca juga: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Turut Hadir, Hari Jadi ke-23 Kota Banjar jadi Ajang Penguatan Kolaborasi

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (20/02/2026).

Rapat dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Ciamis, Ape Ruswandana, bertempat di Ruang ULP Sekretariat Daerah.

Pertemuan tersebut turut melibatkan perwakilan Kementerian Pertanian, perusahaan offtaker industri nasional, serta kelompok tani sebagai pelaku utama di lapangan.

Sinergi ini diharapkan mampu memastikan keterpaduan antara kebijakan pemerintah pusat dan implementasi di daerah.

Baca juga: Aksi Nyata Lapas Kelas IIB Ciamis: Warga Binaan Turun Tangan Bantu Korban Tanggul Jebol di Pamarican

Dalam sambutannya, Andang Firman Triyadi menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Ciamis sebagai lokasi Program Pengembangan Kacang Tanah Terintegrasi.

Menurutnya, program ini membawa sejumlah manfaat strategis, di antaranya kepastian pasar melalui kemitraan dengan offtaker, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, optimalisasi lahan pertanian, penguatan koperasi desa sebagai lembaga ekonomi lokal, serta dukungan terhadap ketahanan pangan dan substitusi impor nasional.

“Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan bagi petani sangat penting agar Ciamis mampu menjadi sentra kacang tanah tingkat Jawa Barat bahkan nasional,” ujarnya.

Sebagai tahap awal, Desa Panjalu ditetapkan sebagai lokasi pengembangan dengan luas lahan tanam berkisar antara 50 hingga 200 hektare yang dikelola oleh kelompok tani setempat. Penetapan ini diharapkan menjadi proyek percontohan bagi kecamatan lain di Ciamis.

Program ini dirancang sebagai model kemitraan pertanian terintegrasi yang berkelanjutan dan berorientasi pasar. Dengan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian, peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani diharapkan dapat terwujud, sekaligus memperkuat sistem agribisnis kacang tanah yang kompetitif.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, pelaku usaha, dan petani, Kabupaten Ciamis optimistis mampu menjadikan kacang tanah sebagai komoditas unggulan baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.***

(Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *