Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks

8 Juta Jemaah Muhammadiyah Jatim Mulai Tarawih Malam Ini, Puasa Rabu 18 Februari 2026

CIAMISPOST.ID – Sebanyak delapan juta jemaah Muhammadiyah di Jawa Timur (Jatim) dijadwalkan mulai melaksanakan ibadah shalat tarawih pada malam ini, Selasa (17/2/2026). Pelaksanaan ibadah ini menandai dimulainya puasa Ramadhan bagi warga Muhammadiyah yang jatuh pada esok hari, Rabu (18/2/2026).

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Sukadiono, menegaskan bahwa keputusan ini merujuk pada maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah.

“Jadi dengan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk 1 Ramadhan kita akan datang tanggal 18 Februari 2026, jadi Rabu besok,” ujar Sukadiono saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).

Kesiapan 5.400 Masjid di Jawa Timur

Untuk memfasilitasi jutaan jemaah tersebut, PWM Jatim telah menginstruksikan kesiapan sarana ibadah di seluruh wilayah. Sukadiono mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 5.400 masjid Muhammadiyah yang tersebar di Jawa Timur yang siap menggelar shalat tarawih perdana malam ini.

Persiapan ini telah dilakukan jauh-jauh hari melalui koordinasi berjenjang. “Karena sudah jauh hari diumumkan mulai Bulan November 2025, seluruh masjid Muhammadiyah melalui lembaga pengembangan cabang, ranting, dan pembinaan masjid sudah siap,” jelasnya.

Ia menambahkan, koordinasi intensif telah dilakukan mulai dari tingkat pimpinan daerah hingga pimpinan cabang untuk memastikan kelancaran ibadah tarawih.

Imbauan Toleransi dan Menjaga Ketertiban

Mengingat adanya perbedaan awal puasa dengan keputusan pemerintah, Sukadiono memberikan imbauan khusus kepada warga Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya menjaga kesantunan dan menghormati perbedaan keputusan penetapan 1 Ramadhan.

“Kami sangat berharap warga Muhammadiyah bisa menjaga kesantunan, bisa menjaga ketertiban dalam melakukan ibadah shalat tarawih tanpa harus misalnya show of force (unjuk kekuatan),” imbaunya.

Salah satu poin teknis yang disoroti adalah penggunaan pengeras suara. Ia meminta agar volume sound system diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu masyarakat lain yang belum memulai ibadah puasa.

“Jadi tetap mungkin ya seperti volume sound system atau speaker, itu juga harus dibatasi jangan sampai kemudian kita menyinggung kelompok yang lain,” tutup Sukadiono.

Pemerintah Tetapkan Puasa Mulai Kamis

Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar di Jakarta.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyatakan bahwa berdasarkan pantauan hilal di sejumlah titik, posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026,” kata Menag Nasaruddin Umar. Data menunjukkan elongasi hilal masih sangat minim, yakni antara 0 derajat 56 menit hingga 1 derajat 53 menit, sehingga tidak memenuhi syarat visibilitas hilal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *