Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks

Menu MBG Kelapa Muda Utuh di Pamekasan Langgar Aturan, Ini Kata BGN

CIAMISPOST.ID – Penyaluran Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa kelapa muda utuh yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bumdes Sejahtera di Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, dinyatakan melanggar aturan.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti distribusi tersebut karena menu yang disajikan dinilai tidak memenuhi standar ‘siap santap’. Insiden ini terjadi saat pembagian menu MBG untuk dua hari pada Kamis, 12 Februari 2026, di mana siswa menerima satu butir kelapa muda utuh tanpa dikupas, dua potong roti, dua butir telur ayam mentah, dan susu.

Langgar Aturan Makanan Siap Santap

Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) di Pamekasan, Hariyanto Rahmansyah Tri Arif, menegaskan bahwa pedoman penyaluran menu MBG mewajibkan makanan atau minuman dalam kondisi siap dikonsumsi oleh siswa.

“Kalau kelapa muda utuh atau tidak kupas bukan siap santap,” tegas Hariyanto, Sabtu (14/2/2026).

Hariyanto mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali mengingatkan seluruh SPPG, termasuk melalui pesan singkat dan telepon, agar menu yang disajikan mematuhi standar aturan BGN.

“Sering diperingatkan melalui WhatsApp dan semua kepala SPPG saya telepon,” tambahnya.

Alasan Keterbatasan Waktu

Menanggapi teguran tersebut, Kepala SPPG Bumdes Sejahtera, Hairul Hafid, memberikan klarifikasi. Ia mengaku pihaknya terkendala waktu sehingga tidak sempat mengupas kelapa muda sebelum didistribusikan kepada siswa.

“Waktunya tidak nutut (cukup) untuk mengupas,” ujar Hairul.

Hairul menjelaskan bahwa distribusi kelapa muda utuh tersebut ditujukan bagi 2.030 siswa, termasuk di SDN Rek Kerrek 3. Menu ini disebut sebagai percobaan menjelang bulan suci Ramadhan.

Selain paket berisi kelapa muda, pada hari yang sama SPPG juga menyalurkan variasi menu lain kepada 970 siswa yang berbeda. Paket alternatif tersebut berisi:

  • Buah-buahan (Jeruk atau Apel)
  • Satu butir telur ayam mentah
  • Sepotong roti produk UMKM
  • Susu

“Untuk penyaluran kelapa hanya untuk 2.030 siswa. Sisanya tanpa kelapa, ada jeruk, ada apel sebagai ganti buah-buahan,” tutup Hairul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *