CIAMISPOST.ID – Puluhan warga binaan lanjut usia dan penderita penyakit kronis di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis mendapat perhatian khusus melalui layanan kesehatan terpadu, Rabu (11/2/2026).
Program bertajuk PELARIS MANIS (Pelayanan Terpadu Tahanan dan Narapidana dengan Penyakit Risiko Tinggi dan Manula) ini menjadi ruang kepedulian bagi kelompok rentan agar tetap sehat dan menjalani masa pembinaan dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Sebanyak 36 warga binaan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Program ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menghadirkan suasana hangat dan kebersamaan yang memberi semangat baru bagi para peserta.
Baca juga: Buntut Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan Refly Harun Gugat Pasal KUHP dan UU ITE ke MK
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Ciamis, James P. Tampubolon. Ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap warga binaan yang harus dipenuhi.
“Kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Negara hadir melalui Lapas, namun menjaga kesehatan juga menjadi tanggung jawab bersama, baik petugas maupun warga binaan itu sendiri,” ujarnya.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat peserta mengikuti senam hipertensi dan senam lansia.
Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Hukum, Lapas Kelas IIB Ciamis Gelar Penyuluhan Humanis untuk Warga Binaan
Setelah itu, warga binaan menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah, pengukuran berat dan tinggi badan, serta pemantauan kondisi fisik secara umum. Pemeriksaan dilakukan secara ramah dan penuh empati oleh petugas kesehatan Lapas.
Layanan Kesehatan Mental
Perhatian juga diberikan pada kesehatan mental. Peserta mendapatkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sesi ice breaking, serta psikoedukasi mengenai perasaan hampa dan cara mengelola stres yang kerap dialami pada usia lanjut.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi konsultasi kesehatan bersama tim perawat. Dalam sesi ini, warga binaan dapat menyampaikan keluhan sekaligus memperoleh saran medis secara langsung.
Seluruh kegiatan berlangsung tertib di bawah pengawasan Seksi Binadik dan Giatja Lapas Ciamis.
Melalui program PELARIS MANIS, pihak Lapas berharap pembinaan tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan, empati, serta kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan warga binaan.***











