CIAMISPOST.ID – Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah pada awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Survei tersebut memotret persepsi publik terhadap institusi negara, yang dinilai terpisah dari kinerja pejabat yang sedang menjabat saat ini.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan perbedaan mendasar antara kepercayaan lembaga (public trust) dengan tingkat kepuasan kinerja (approval rating).
“Penting saya sebut ya, perbedaannya dengan approval rating. Kalau approval rating itu persepsi publik terhadap kinerja presiden, sementara slide ini itu berkaitan dengan public trust. Jadi, terhadap lembaganya ya,” ujar Burhanuddin dalam konferensi pers daring, Minggu (8/2/2026).
TNI Paling Dipercaya Publik
Berdasarkan hasil survei, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menempati posisi puncak sebagai lembaga yang paling dipercaya oleh masyarakat. Sebanyak 93 persen responden menyatakan sangat percaya atau cukup percaya terhadap TNI.
- Sangat percaya: 15 persen
- Cukup percaya: 78 persen
- Kurang percaya: 5 persen
- Tidak percaya sama sekali: 1 persen
Meskipun tinggi, Burhanuddin mencatat adanya sedikit penurunan dibandingkan survei sebelumnya yang pernah menembus angka 95 persen. Hal ini, menurutnya, perlu menjadi evaluasi seiring meluasnya peran TNI di luar sektor pertahanan.
Posisi Presiden dan Lembaga Penegak Hukum
Lembaga kepresidenan menyusul di peringkat kedua dengan tingkat kepercayaan sebesar 91 persen. Burhanuddin menegaskan bahwa tingginya kepercayaan terhadap institusi kepresidenan tidak selalu berbanding lurus dengan kepuasan kinerja.
Sementara itu, berikut adalah tingkat kepercayaan terhadap lembaga penegak hukum dan lembaga tinggi negara lainnya:
- Kejaksaan Agung: 80 persen (6% sangat percaya, 74% cukup percaya).
- Mahkamah Konstitusi (MK): 75 persen.
- Pengadilan: 74 persen.
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK): 72 persen.
Khusus untuk KPK, terdapat sedikit tren kenaikan kepercayaan publik dibandingkan periode survei sebelumnya.
DPR dan Parpol di Posisi Terbawah
Di sisi lain, lembaga legislatif dan partai politik masih menduduki peringkat bawah dalam hal kepercayaan publik. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mencatat angka 67 persen, diikuti oleh Polri dan DPD RI yang masing-masing memperoleh 65 persen.
Posisi dua terbawah ditempati oleh:
- Partai Politik: 61 persen (3% sangat percaya, 58% cukup percaya).
- DPR RI: 56 persen (3% sangat percaya, 53% cukup percaya).
“Yang masih belum beranjak dari ranking bawah ya antara partai politik dan DPR. Bukan hal baru,” tegas Burhanuddin.
Metodologi Survei
Peneliti Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida, menjelaskan bahwa survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden di seluruh provinsi di Indonesia pada 15 hingga 21 Januari 2026.
Populasi survei adalah WNI berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Metode penarikan sampel dilakukan secara acak (multistage random sampling) dengan margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.











