CIAMISPOST.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa Timnas Futsal Indonesia yang berhasil meraih gelar runner up pada ajang AFC Futsal 2026.
Timnas Futsal Indonesia harus puas di posisi kedua setelah kalah dalam drama adu penalti 4-5 (skor waktu normal 5-5) melawan Iran. Laga final yang berlangsung sengit ini digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (7/2).
“Ya sangat baik. Kita bisa lihat ketika lawan Jepang saja sempat 3-3, terus menang 5-3. Hari ini 3-1, lalu 3-3, terus 4-3, 4-4, 5-4, 5-5… Penalti sempat lead juga satu,” ungkap Erick Thohir usai menyaksikan pertandingan Indonesia vs Iran.
Dorong Profesionalisme Manajemen Futsal
Erick juga meminta seluruh pengurus cabang olahraga di Tanah Air untuk mencontoh tata kelola futsal yang diterapkan oleh Federation Futsal Indonesia (FFI). Menurutnya, pencapaian ini tidak lepas dari manajemen yang baik.
“Cuma ya memang luar biasa, pelatih, pemain, dan futsal secara manajemen bisa mencapai prestasi sejauh ini. Jadi patut untuk semua organisasi juga bisa meniru bagaimana profesionalisme juga ditekankan,” tambah Erick.
Jalannya Pertandingan yang Sengit
Laga final ini menyajikan tontonan kelas dunia. Iran, yang dijuluki ‘raja terakhir futsal Asia’, unggul lebih dulu pada menit keempat lewat gol Hosein Tayebi yang memanfaatkan umpan Mehdi Karimi.
Namun, Indonesia merespons cepat. Pada menit ketujuh, Reza Gunawan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 memanfaatkan bola rebound tangkapan kiper Bagher Mohammadi yang kurang sempurna.
Skuad Garuda bahkan berbalik unggul. Lemparan kiper Ahmad Habibie menjangkau Israr Megantara. Meski ruang tembak sempit, Israr mampu berkelit dan mencetak gol, mengubah skor menjadi 2-1.
Momentum terus berlanjut. Israr Megantara kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit kesembilan lewat skema serangan cepat, membawa Indonesia memimpin 3-1.
Iran memperkecil ketertinggalan pada menit ke-15, namun gol Saeid Ahmad dibatalkan wasit setelah tinjauan video menunjukkan bola sudah meninggalkan lapangan sebelumnya. Drama berlanjut saat Wendy Brian Ick melakukan pelanggaran, namun penalti Iran gagal berkat penyelamatan gemilang kiper Habibie.
Iran akhirnya memperkecil skor menjadi 3-2 pada menit ke-18 lewat Mehdi Karimi, memanfaatkan kesalahan penguasaan bola.
Drama Gol Berbalas Gol
Di babak kedua, Iran tampil agresif. Saeid Ahmad menyamakan kedudukan 3-3 pada menit ke-23 lewat tendangan bebas. Namun, hanya dalam hitungan detik, Samuel Eko membawa Indonesia kembali memimpin 4-3 memanfaatkan kesalahan build up lawan.
Menjelang akhir laga, Iran menerapkan strategi powerplay. Mahdi Karimi yang berperan sebagai kiper terbang sukses menyamakan kedudukan menjadi 4-4 pada menit ke-37. Laga pun berlanjut ke babak tambahan.
Pada babak extra time kedua, Israr Megantara mencetak hattrick-nya melalui tendangan penjuru cepat, membuat skor 5-4. Namun, Iran kembali menyamakan kedudukan 5-5 lewat tembakan jarak jauh Agharpour, memaksa laga ditentukan lewat adu penalti.
Keputusan Lewat Adu Penalti
Di babak tos-tosan, kiper Muhammad Nizar sempat memberi asa dengan menepis tendangan penendang pertama Iran, Masoud Yousef. Sementara dua eksekutor awal Indonesia, Firman Adriansyah dan Rio Pangestu, sukses menjalankan tugas. Indonesia memimpin 2-0.
Sayangnya, setelah unggul 3-1 (Rizki Xavier sukses), keberuntungan mulai menjauh. Dewa Rizki gagal mencetak gol, yang dimanfaatkan Aghapour untuk menyamakan kedudukan penalti menjadi 3-3.
Ardiansyah Nur sempat membawa Indonesia unggul 4-3, namun dibalas oleh Hossein Tayebi. Petaka terjadi saat Israr Megantara, sang pencetak hattrick di waktu normal, gagal mengeksekusi penalti penentuan setelah tembakannya melebar.
Hossein Sabzi yang menjadi penendang keenam Iran sukses membobol gawang Indonesia, memastikan kemenangan Iran dengan skor penalti 5-4. Meski kalah, perjuangan Timnas Futsal Indonesia layak mendapatkan apresiasi tinggi.











