Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks

8 Fakta Hasil Penyelidikan Polisi Terkait Meninggalnya Lula Lahfah: CCTV hingga Whip Pink

CIAMISPOST.ID – Polres Metro Jakarta Selatan menggelar jumpa pers untuk mengumumkan hasil akhir penyelidikan terkait meninggalnya selebgram Lula Lahfah. Dalam konferensi pers yang digelar Jumat (30/1/2026), polisi membeberkan sejumlah bukti mulai dari rekaman CCTV kegiatan terakhir almarhumah hingga hasil uji laboratorium terhadap barang bukti yang ditemukan di lokasi.

Pihak kepolisian secara resmi menyatakan bahwa penyelidikan kasus ini telah selesai dan dihentikan. Berikut adalah 8 fakta hasil penyelidikan polisi terkait kasus tersebut:

1. Tidak Ditemukan Unsur Pidana

Polisi memastikan tidak ada tindak penganiayaan atau upaya melawan hukum yang menyebabkan Lula Lahfah meninggal dunia. Hal ini ditegaskan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah.

“Keterangan dari RS Fatmawati bahwa kondisi Saudari LL ini meninggal dunia dengan kehabisan napas. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan,” ujar AKBP Iskandarsyah.

Selain itu, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Polisi menyimpulkan kasus ini selesai karena murni tidak ditemukan adanya peristiwa pidana.

2. Kronologi Berdasarkan Rekaman CCTV

Penyidik telah mengumpulkan rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas Lula sebelum meninggal. Sehari sebelum kejadian, Lula diketahui mengunjungi sebuah kafe di kawasan Gunawarman bersama rekannya berinisial VA. Dalam rekaman tersebut, pergerakan Lula tampak normal tanpa kejanggalan.

Usai dari kafe, selebgram berusia 26 tahun tersebut sempat berobat ke sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan sebelum akhirnya kembali ke apartemennya.

3. Detik-detik Penemuan Jenazah

Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di unit apartemennya pada Jumat (23/1/2026). Kecurigaan bermula saat asisten rumah tangga (ART) merasa janggal karena Lula tak kunjung keluar kamar untuk olahraga pagi.

ART kemudian meminta bantuan petugas keamanan apartemen. Karena pintu kamar terkunci dari dalam, pihak sekuriti dan teknisi, atas persetujuan ART, terpaksa membuka paksa pintu tersebut. “Engineering membuka kunci secara paksa sehingga ditemukan saudari LL tergeletak membujur kaku,” terang AKBP Iskandarsyah.

4. Penyebab Kematian

Meski polisi memastikan korban meninggal karena kehabisan napas dan tanpa kekerasan, penyebab spesifik kematian tidak dapat disimpulkan secara medis karena tidak dilakukannya autopsi atas permintaan keluarga.

“Kita tidak bisa menjawab akibat apa, kita tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan autopsi,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

5. Keberadaan Reza Arap

Musisi dan kreator konten Reza Arap diketahui berada di lokasi saat ditemukannya jenazah. Ia datang segera setelah mendapat kabar bahwa Lula tidak sadarkan diri. Menurut polisi, Reza Arap sempat mengupayakan bantuan medis maksimal.

Personel Weird Genius tersebut terekam mendampingi proses evakuasi, mulai dari lift barang, duduk menunduk di samping kantong jenazah di ambulans, hingga mendampingi di rumah sakit dan pemakaman.

6. Barang Bukti yang Diamankan

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari apartemen Lula Lahfah untuk diperiksa di laboratorium forensik. Barang bukti tersebut meliputi obat-obatan dari rumah sakit, seprai, vape, empat botol likuid, hingga sebuah tabung Whip Pink.

7. Temuan Terkait Tabung Whip Pink

Keberadaan tabung dinitrous oxide (N2O) atau Whip Pink menjadi sorotan. Polisi bekerja sama dengan Puslabfor Mabes Polri untuk menelusurinya. Berdasarkan rekaman CCTV, tabung tersebut dibawa oleh saksi A, namun saat ditemukan polisi, tabung tersebut sudah dalam kondisi kosong.

Sementara itu, hasil pemeriksaan DNA pada barang bukti lain menunjukkan profil DNA murni milik Lula Lahfah. Polisi juga melakukan pemeriksaan digital forensik pada ponsel korban untuk mendalami asal-usul tabung tersebut.

8. Penjelasan Bercak Darah di Seprai

Terkait adanya bercak darah pada seprai dan tisu di lokasi kejadian, Tim Puslabfor Mabes Polri memberikan penjelasan ilmiah. Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri, KP Irfan Rofik, menyatakan bahwa darah tersebut kemungkinan darah lama akibat menstruasi.

“Untuk darah yang ada di seprai dan tisu itu, itu kemungkinan darah sudah lama. Jadi kemungkinan saudari LL ini dia datang bulan atau menstruasi,” ungkapnya, menegaskan bahwa temuan darah tersebut adalah hal biologis wajar dan bukan akibat tindak pidana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *