Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks

Longsor Bandung Barat: 8 Meninggal, 82 Warga Masih Hilang Tertimbun

CIAMISPOST.ID – Bencana tanah longsor melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru yang menyebutkan sebanyak 8 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya masih belum ditemukan.

Hingga Sabtu pagi pukul 10.30 WIB, tim gabungan masih berupaya keras melakukan pencarian terhadap 82 warga yang dilaporkan hilang tertimbun material longsor.

Kronologi dan Lokasi Kejadian

BNPB menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut. Longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah.

Material longsoran dengan cepat menimbun permukiman warga saat sebagian besar penduduk sedang beristirahat, menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Update Data Korban dan Dampak

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan rincian dampak bencana berdasarkan asesmen cepat di lapangan. Berikut data sementara per Sabtu siang:

  • Meninggal Dunia: 8 orang (dikoreksi dari laporan awal 7 orang).
  • Dalam Pencarian: 82 orang.
  • Selamat: 23 orang.
  • Warga Terdampak: 34 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 113 jiwa.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah melakukan kaji cepat dan asesmen awal di lokasi kejadian serta melaksanakan upaya penanganan darurat dan pencarian korban,” jelas Abdul Muhari.

Saat ini, petugas masih melakukan pendataan jumlah rumah yang rusak akibat tertimbun material tanah.

Status Siaga Darurat dan Mitigasi

Pemerintah setempat telah menetapkan status kewaspadaan tinggi. Kabupaten Bandung Barat saat ini berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor, yang berlaku hingga 30 April 2026.

Senada dengan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menetapkan status serupa untuk mengantisipasi puncak musim hujan.

Operasi Modifikasi Cuaca Diaktifkan

Sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi curah hujan ekstrem yang memicu bencana, BNPB menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi ini telah berlangsung sejak pertengahan Januari 2026 di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

BNPB mengerahkan armada pesawat, termasuk PK-JVH, CASA 212, dan tambahan dua unit Caravan untuk menyemai garam (NaCI) di awan potensial hujan. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi intensitas hujan di lokasi bencana agar proses pencarian korban tidak terhambat.

BNPB mengimbau masyarakat di zona merah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. “Segera lakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman, terutama saat hujan deras berdurasi lama,” pungkas Abdul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *