CIAMISPOST – Kemeriahan Galuh Ethnic Carnival dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 tak hanya menghadirkan parade budaya yang memukau ribuan warga, tetapi juga menyisakan cerita tentang dedikasi para penjaga kebersihan yang bekerja di balik layar.
Di tengah gemerlap kostum etnik, alunan musik tradisional, dan antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang jalur karnaval dari kawasan Disbudpora hingga Pendopo Bupati Ciamis, Kamis (11/6/2026), puluhan petugas berseragam ungu tampak sigap menyusuri lokasi kegiatan.
Mereka adalah Pasukan Ungu dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis yang bertugas memastikan jalannya kegiatan tetap bersih dan nyaman, sejak sebelum acara dimulai hingga seluruh rangkaian selesai.
Sekretaris DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Aris Taufik Abadi, mengatakan sebanyak 20 personel Pasukan Ungu diterjunkan dalam pengamanan kebersihan Galuh Ethnic Carnival. Para petugas juga didukung empat armada motor listrik pengangkut sampah yang disebar di sepanjang rute kegiatan.
“Kami menurunkan 20 personel Pasukan Ungu beserta empat armada motor listrik pengangkut sampah. Petugas disebar mulai dari titik start di Disbudpora sampai finish di Pendopo Ciamis untuk memastikan sampah selama kegiatan bisa langsung ditangani,” ujarnya.
Menurut Aris, pengelolaan kebersihan menjadi bagian penting dalam mendukung suksesnya kegiatan berskala besar. Karena itu, petugas telah bersiaga sejak pagi hari dan tetap bekerja hingga acara benar-benar selesai.
Tidak hanya membersihkan sampah yang muncul selama parade berlangsung, Pasukan Ungu juga langsung melakukan penyisiran menyeluruh setelah ribuan pengunjung meninggalkan lokasi.
“Begitu acara selesai, petugas langsung bergerak membersihkan seluruh jalur kegiatan agar kembali bersih dan nyaman digunakan masyarakat,” katanya.
Salah seorang anggota Pasukan Ungu, Neni, mengaku telah bersiap sejak pagi untuk menjalankan tugas pada momentum Hari Jadi Kabupaten Ciamis tersebut. Ia bahkan berangkat dari rumah sejak pukul 06.00 WIB agar dapat mengikuti pembagian tugas lebih awal.
“Saya berangkat dari rumah jam enam pagi. Sebelum peserta karnaval berjalan, kami sudah standby di lokasi untuk memastikan jalur kegiatan tetap bersih,” ujar Neni.
Meski harus bekerja di tengah cuaca terik dan padatnya pengunjung, ia mengaku tetap bersemangat menjalankan tugas bersama rekan-rekannya.
“Capek tentu ada, tapi kami senang bisa ikut menjaga Ciamis tetap bersih. Setelah acara selesai kami langsung membersihkan sampah yang masih tersisa supaya jalan kembali bersih,” tuturnya.
Usai parade budaya berakhir, Pasukan Ungu kembali bergerak cepat membersihkan sepanjang rute Galuh Ethnic Carnival menggunakan sapu, pengki, kantong sampah, serta armada pengangkut yang telah disiapkan. Tak berselang lama, kawasan yang sebelumnya dipadati ribuan warga kembali tampak bersih dan tertata.
Aris pun mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang ikut menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab bersama sekaligus menjadi wajah Kabupaten Ciamis,” katanya.
Di balik semarak budaya Galuh Ethnic Carnival, Pasukan Ungu kembali menunjukkan peran pentingnya. Mungkin tak menjadi pusat perhatian, namun berkat kerja mereka sejak pagi hingga acara usai, kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Ciamis tetap berlangsung tanpa meninggalkan persoalan sampah











