CIAMISPOST – Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis menjadi lokasi pelaksanaan Pelatihan Pengelolaan Lingkungan Cerdas melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) berbasis komunitas yang digelar di Aula Desa Dewasari, Sabtu (23/05/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Collaborative Community Service Excellence Universitas Galuh Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan literasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui penerapan teknologi tepat guna.
Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Erlan Suwarlan, S.IP., M.I.Pol., dengan anggota tim terdiri atas Dr. Irfan Nursetiawan, S.Pd., M.Pd., M.Si., CLOT., Ii Sujai, S.IP., M.Si., Regi Refian Garis, S.IP., M.Si., serta Aditiyawarman, S.IP., M.Si.
Kegiatan tersebut juga melibatkan empat mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan sebagai bentuk implementasi kolaborasi akademik dan penguatan pengabdian berbasis masyarakat.
Pelatihan terselenggara melalui kerja sama dengan Pemerintah Desa Dewasari sebagai mitra utama. Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, TP-PKK Desa Dewasari, sejumlah Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Spartan, hingga pengurus BUMDes Sari Mandiri.
Keterlibatan berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan tingginya semangat kolaborasi dalam membangun kesadaran lingkungan berbasis komunitas.
Dalam kegiatan itu, tim pengabdian memperkenalkan teknologi “Smart Box” untuk budidaya maggot BSF sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Teknologi tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mengolah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomis sekaligus mendukung pengurangan pencemaran lingkungan.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Erlan Suwarlan menjelaskan, program tersebut bertujuan meningkatkan literasi lingkungan masyarakat sekaligus mendorong implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengurangan pemanasan global dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
“Budidaya maggot BSF tidak hanya menjadi solusi pengurangan sampah organik, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat desa. Kami berharap masyarakat dapat menerapkan teknologi ini secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sekretaris Desa Dewasari mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan manfaat besar dalam meningkatkan literasi serta kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah organik di lingkungan desa.
Sementara itu, Ketua KWT Mahardika menilai pelatihan tersebut membantu masyarakat, khususnya dalam menangani limbah organik rumah tangga yang selama ini belum dikelola secara optimal.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Dewasari memperoleh pengetahuan baru mengenai implementasi teknologi tepat guna yang aplikatif dalam mendukung pengelolaan lingkungan desa.
Selain berkontribusi pada pengurangan sampah organik, program tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru berbasis pemberdayaan masyarakat dan ekonomi sirkular.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat melalui pelatihan budidaya maggot BSF ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju desa yang lebih bersih, produktif, dan berwawasan lingkungan.
TGR











