CIAMISPOST — Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana angin puting beliung dengan menggelar aksi sosial pada Selasa, 14 April 2026.
Kegiatan ini diprakarsai sebagai bentuk empati, khususnya kepada sesama guru PAI yang terdampak musibah. Ketua KKG PAI Kecamatan Purwadadi, Aldiansyah, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan wujud tanggung jawab moral dan spiritual antaranggota.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk saling membantu dalam kondisi sulit. Selain itu, juga menjadi implementasi nilai-nilai tolong-menolong dalam kebaikan serta mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan berupa dana hasil gotong royong para anggota KKG PAI. Penggalangan dilakukan melalui koordinasi internal, termasuk memanfaatkan grup komunikasi WhatsApp, dengan partisipasi sukarela dari masing-masing anggota sesuai kemampuan.
Aldiansyah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban, terutama dalam memenuhi kebutuhan mendesak pascabencana.
Salah satu penerima bantuan adalah Enceng Herman, guru PAI di SDN 1 Bantardawa, warga Dusun Bantardawa, Desa Bantardawa, yang turut terdampak angin puting beliung.
“Kami berharap para korban tetap sabar, tawakal, dan kuat menghadapi ujian ini. Kami yakin setiap kesulitan akan diiringi kemudahan,” tambahnya.
Ke depan, KKG PAI Purwadadi berencana melanjutkan dukungan melalui pendampingan moral dan pendidikan, khususnya bagi anak-anak terdampak. Program tersebut akan diwujudkan dalam bentuk motivasi belajar, pembelajaran tambahan, serta penguatan spiritual.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3S) Kutapasagi Kecamatan Purwadadi, Samsul Aripin, mengapresiasi langkah para guru PAI yang dinilai mencerminkan solidaritas tinggi di lingkungan pendidikan.
“Aksi ini menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dan empati di antara para pendidik. Semoga menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk ikut peduli,” ungkapnya.
Ia menambahkan, aksi sosial semacam ini penting dilakukan setiap kali terjadi bencana, terlebih ketika yang terdampak merupakan bagian dari dunia pendidikan.
“Semoga semakin banyak yang tergerak membantu, apalagi salah satu korban adalah guru yang telah berjasa mencerdaskan generasi,” pungkasnya. ***











