CIAMISPOST – Transformasi Alun-Alun Ciamis sebagai ruang terbuka publik terus menunjukkan progres signifikan. Kawasan yang menjadi pusat aktivitas warga ini kini tampil lebih modern, tertata, dan menghadirkan berbagai fasilitas yang tidak hanya menunjang kenyamanan, tetapi juga mengedukasi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) menghadirkan inovasi layanan publik berupa fasilitas air siap minum gratis.
Fasilitas tersebut berada di area strategis, tepatnya di sekitar pos polisi di tengah alun-alun. Meski memiliki manfaat besar, keberadaannya masih belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat luas.
Sekretaris DPRKPLH Ciamis, Aris Taufik Abadi, ST., mengatakan air siap minum tersebut telah melalui proses pengolahan dengan standar kesehatan yang ketat sehingga aman untuk langsung dikonsumsi.
“Ini merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang kami hadirkan untuk masyarakat. Airnya sudah memenuhi standar, sehingga aman diminum langsung tanpa perlu dimasak,” jelasnya.
Ia menegaskan, penyediaan air minum gratis ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung gerakan pengurangan sampah plastik sekali pakai di ruang publik.
“Kami ingin mendorong masyarakat membawa botol minum sendiri, sehingga penggunaan plastik bisa ditekan,” tambahnya.
Selain inovasi tersebut, penataan kawasan Alun-Alun Ciamis juga dilakukan secara menyeluruh. Area foodcourt kini ditata lebih rapi dan terorganisir, tanpa adanya penumpukan pedagang di satu titik seperti sebelumnya. Hal ini membuat ruang gerak pengunjung menjadi lebih luas dan nyaman.
Tak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, alun-alun juga dikembangkan sebagai ruang edukatif. Salah satunya melalui kehadiran taman bacaan yang bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda).
Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, di tengah aktivitas santai mereka.
Di sisi lain, perhatian terhadap kebutuhan keluarga juga ditunjukkan dengan tersedianya ruang laktasi yang nyaman dan representatif. Fasilitas ini memberikan ruang aman dan privat bagi ibu untuk menyusui maupun mengganti popok bayi.
Dari aspek kebersihan, pengelola menyediakan fasilitas cuci tangan di sejumlah titik serta tempat sampah terpilah yang memisahkan sampah organik, plastik daur ulang, dan sampah lainnya.
“Ini bagian dari edukasi agar masyarakat mulai terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya,” ujar Aris.
Untuk mendukung gaya hidup sehat, kawasan alun-alun juga dilengkapi taman bermain anak serta fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan. Kehadiran fasilitas ini menjadikan alun-alun sebagai pusat aktivitas sosial sekaligus ruang olahraga terbuka.
Sementara itu, fasilitas toilet umum di basement Masjid Agung Ciamis turut menjadi daya tarik tersendiri. Dengan desain modern dan standar kebersihan tinggi, fasilitas tersebut memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung.
“Pengelolaan toilet kami prioritaskan dari sisi kebersihan dan kenyamanan agar pengunjung merasa betah,” katanya.
Aris menegaskan, seluruh fasilitas yang tersedia di Alun-Alun Ciamis dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat. Ia pun mengajak seluruh pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan serta merawat fasilitas yang telah disediakan.
“Kesadaran masyarakat sangat penting agar fasilitas ini bisa terus terjaga dan dimanfaatkan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Dengan berbagai pembenahan dan inovasi layanan publik yang dihadirkan, Alun-Alun Ciamis kini tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga simbol kemajuan tata kelola ruang publik yang modern, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. ***TAA









