Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks

Panglima TNI Hidupkan Lagi Jabatan Kaster yang Dihapus Era Gus Dur

CIAMISPOST.ID – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali menghidupkan jabatan struktural peninggalan era Orde Baru yang sebelumnya sempat dihapus pada masa pemerintahan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Jabatan tersebut adalah Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI. Berdasarkan surat mutasi terbaru, Panglima TNI secara resmi menunjuk Letnan Jenderal (Letjen) Bambang Trisnohadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Pangkogabwilhan III, untuk mengemban posisi Kaster TNI.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Aulia Dwi Nasrullah, membenarkan adanya mutasi jabatan tersebut. Menurutnya, perombakan di tubuh TNI adalah hal yang lumrah dilakukan.

“Mutasi jabatan di tubuh TNI merupakan hal yang biasa dalam rangka pembinaan karier prajurit dan pemenuhan kebutuhan organisasi,” ujar Aulia saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa langkah ini diambil agar organisasi TNI tetap adaptif terhadap dinamika tantangan tugas yang semakin kompleks.

Sejarah Singkat Jabatan Kaster TNI

Jabatan Kaster TNI memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah militer Indonesia. Pada mulanya, posisi ini dikenal dengan nama Kepala Sosial Politik (Kasospol) TNI, yang memegang peran sentral dalam fungsi kekaryaan di bidang sosial politik.

Seiring waktu, namanya diubah menjadi Kaster TNI dan pernah dijabat oleh tokoh militer terkemuka seperti Agus Widjojo hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, pada fase reformasi tahun 2001, Gus Dur mengambil langkah tegas dengan menghapus jabatan ini guna menata ulang institusi TNI.

DPR Yakinkan Bukan Kembalinya Dwifungsi ABRI

Menanggapi aktifnya kembali jabatan tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta publik agar tidak mengaitkan kebijakan ini dengan kembalinya praktik dwifungsi ABRI.

“Keputusan menghidupkan kembali jabatan Kaster patut dipahami sebagai bagian dari proses pembinaan organisasi yang menyesuaikan diri dengan dinamika zaman. Langkah ini tidak boleh ditafsirkan sebagai kembalinya praktik dwifungsi ABRI,” tegas Politikus Golkar tersebut, Jumat (13/3).

Dave menilai kehadiran Kaster TNI sangat penting dan urgen untuk memperkuat koordinasi teritorial dalam menghadapi tantangan keamanan nasional. Ia menyebut, jabatan ini akan memastikan dukungan yang lebih terstruktur terhadap tugas pokok TNI.

“Dengan adanya Kaster, jalur komunikasi dan sinergi antara komando teritorial dan pusat dapat berjalan lebih efektif,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *