CIAMISPOST.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dijadwalkan menggelar pertemuan penting dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2) sore. Agenda yang akan dilangsungkan secara daring ini secara khusus membahas permintaan MSCI terkait peningkatan transparansi dan tata kelola free float di pasar modal Indonesia.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, dipastikan akan hadir mewakili otoritas pasar modal dalam pertemuan tersebut. Ia menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan dengan MSCI dapat segera tercapai, dengan target penyelesaian pada bulan ini.
“Saya dengan tim dan OJK juga akan hadir. Kami tidak pada posisi memperkirakan pergerakan indeks. Yang kami yakinkan adalah tidak ada persoalan sama sekali. Semuanya baik-baik saja,” tegas Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Minggu (1/2/2026).
Poin Utama Pembahasan
Dalam pertemuan tersebut, Jeffrey mengungkapkan akan membawa sejumlah poin krusial untuk didiskusikan bersama MSCI. Langkah ini merupakan bentuk komitmen BEI dalam meningkatkan standar data kepemilikan saham agar lebih komprehensif.
Berikut adalah poin-poin peningkatan yang akan disampaikan BEI:
- Transparansi Data Kepemilikan: BEI berkomitmen menyajikan data kepemilikan saham yang lebih general, termasuk data nama pemegang saham (shareholders name) dengan kepemilikan di bawah 5%.
- Klasifikasi Investor Global: Penyesuaian kategori investor agar selaras dengan standar bursa global. BEI akan menambah kategori baru di luar sembilan klasifikasi yang sudah ada saat ini.
Penyesuaian Kategori Investor
Terkait klasifikasi investor, Jeffrey menjelaskan bahwa penambahan kategori ini bertujuan untuk memenuhi ekspektasi MSCI dan standar internasional. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran struktur pasar yang lebih jelas bagi investor global.
“Kami akan menambahkan kategori lain dalam klasifikasi investor sesuai dengan kategori yang diharapkan oleh MSCI. Ini mencakup klasifikasi seperti Sovereign Wealth Fund (SWF), Private Equity (PE), investment advisor, discretionary fund, dan lain-lain,” pungkasnya.











