Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks

Menteri Turun ke Bali, Ciamis Jadi Contoh Kota Bersih ASEAN Lewat Gerakan Indonesia ASRI

CIAMISPOST.ID – Pantai Kedonganan, Bali, menjadi saksi nyata implementasi kebijakan nasional pagi ini. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Bali, TNI, Polri, pelajar, dan elemen masyarakat turun langsung melakukan aksi bersih-bersih pantai. Kehadiran mereka menegaskan pesan kuat bahwa kebersihan destinasi wisata adalah agenda strategis negara.

“Pagi-pagi, terima kasih karena sudah meluangkan waktu bangun lebih pagi dan memilih berada di Pantai Kedonganan, Kelan, dan Jimbaran pagi ini,” ujar Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi partisipasi masyarakat.

Implementasi Gerakan Indonesia ASRI

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto melalui gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Gerakan ini menempatkan penataan lingkungan sebagai fondasi pembangunan nasional, termasuk di sektor pariwisata. Bagi Kementerian Pariwisata, nilai-nilai ASRI sejalan dengan gerakan wisata bersih untuk mendorong pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

“Bali tetaplah menjadi Bali yang asri, Bali yang mampu bersaing, dan Bali yang menjadi prioritas pariwisata global sampai nantinya,” tegas Hanif Faisol Nurofiq.

Bali dipilih sebagai lokasi aksi bukan tanpa alasan. Sebagai etalase pariwisata Indonesia, Bali memegang peran strategis dalam membentuk persepsi wisatawan dunia. Memastikan Bali bersih, tertata, dan berkelanjutan berarti menjaga citra Indonesia di tingkat global.

Ciamis Jadi Contoh Sukses di Level ASEAN

Meski aksi dipusatkan di Bali, pemerintah menegaskan bahwa komitmen kebersihan bukan hanya milik destinasi besar. Praktik baik ini harus tumbuh dari budaya lokal. Salah satu contoh nyata apresiasi pemerintah tertuju pada Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Kabupaten Ciamis dinilai berhasil membangun budaya bersih hingga meraih penghargaan bergengsi The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities Award 2025 untuk kategori Clean Land For Small Cities (Kota Kecil Terbersih se-ASEAN 2025).

Keberhasilan Ciamis tidak terlepas dari peran kuat pemerintah daerah yang konsisten membangun kebijakan dan ekosistem pendukung, antara lain:

  • Penerbitan peraturan daerah sebagai fondasi regulasi.
  • Kehadiran “Pasukan Ungu” sebagai garda terdepan kebersihan.
  • Program berkelanjutan seperti Jumat Bersih.
  • Keterlibatan aktif pelajar, ASN, komunitas, dan pelaku usaha.

Di Ciamis, aktivitas bersih-bersih sudah menjadi rutinitas sejak pukul 06.00 pagi di rumah, kantor, hingga sekolah. Inilah wujud gotong royong yang menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan, bukan sekadar imbauan.

Tanggung Jawab Kolektif

Berkaca dari Ciamis dan aksi di Bali, pemerintah ingin mendorong nilai kesadaran dan tanggung jawab bersama secara nasional. Masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata—mulai dari petani, nelayan, UMKM, hingga pemandu wisata—memiliki peran vital.

“Indonesia membangun pariwisata bukan dengan mengorbankan lingkungan, melainkan dengan menjadikannya sebagai aset utama. Indonesia yang asri adalah prasyarat bagi pariwisata yang berkelas,” pungkas pernyataan dalam kegiatan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *