Media Informasi Lokal dan Terkini
Indeks

Kadisdik Ciamis Tekankan Kesabaran di Tengah Keterbatasan, 33 Sekolah Rusak Jadi Prioritas

CIAMISPOST – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menangani persoalan pendidikan, khususnya terkait infrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan, meski di tengah keterbatasan anggaran.

Hal tersebut disampaikan Erwan usai menghadiri halal bihalal warga pendidikan Kabupaten Ciamis di Gedung K.H. Ahmad Dahlan STIKes Muhammadiyah Ciamis, Selasa (7/5/2026).

Ia mengungkapkan, Dinas Pendidikan telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi sekolah di seluruh wilayah Ciamis.

Dari hasil tersebut, terdapat banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan, namun saat ini difokuskan pada 33 sekolah dengan tingkat kerusakan paling parah.

“Data sudah kita miliki. Yang rusak sebenarnya cukup banyak, tetapi kita prioritaskan 33 sekolah yang kondisinya paling berat,” ujar Erwan.

Menurutnya, kondisi anggaran daerah yang terbatas membuat perbaikan tidak bisa dilakukan sekaligus. Oleh karena itu, ia meminta seluruh insan pendidikan untuk bersabar dan tetap optimistis.

“Kita sudah berikhtiar, tinggal bersabar dan berdoa. Mudah-mudahan ke depan ada jalan terbaik untuk perbaikan ini,” katanya.

Erwan juga menjelaskan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat digunakan untuk pembangunan fisik berskala besar. Dana tersebut hanya diperuntukkan bagi kebutuhan operasional serta perbaikan ringan.

“BOS itu sifatnya operasional, jadi tidak bisa untuk rehabilitasi besar. Hanya untuk kerusakan ringan saja,” jelasnya.

Terkait proses perbaikan, Dinas Pendidikan akan tetap mengupayakan agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

Pengalaman sebelumnya dalam menangani sekolah terdampak bencana menjadi acuan dalam mengatur teknis pelaksanaan di lapangan.

“Kegiatan belajar harus tetap berjalan. Kita akan atur skemanya agar pembangunan tidak menghambat proses pendidikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Erwan menyebut rencana pinjaman daerah yang diinisiasi pemerintah merupakan langkah percepatan pembangunan, termasuk untuk memperbaiki sarana pendidikan yang sudah lama membutuhkan perhatian.

“Ini bagian dari upaya percepatan. Tidak hanya pendidikan, tetapi juga sektor lain,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa di tengah berbagai keterbatasan, pelayanan kepada peserta didik harus tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak boleh menurun meskipun sarana prasarana masih perlu pembenahan.

“Yang utama adalah pelayanan kepada peserta didik. Itu tidak boleh terganggu dalam kondisi apapun,” tegasnya.

Erwan berharap seluruh elemen pendidikan di Kabupaten Ciamis tetap solid dan terus bekerja sama dalam menghadapi tantangan, demi menjaga kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda.*** (TAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *