CIAMISPOST.ID – Menjelang Bulan Suci Ramadhan, harga bahan pokok di sejumlah wilayah Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Fenomena ini terpantau terjadi mulai dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, hingga ke Kota Bandung, Jawa Barat, di mana harga komoditas pedas ini melambung tinggi.
Kenaikan Harga di Luwu Utara
Di Kabupaten Luwu Utara, harga cabai dilaporkan telah naik mencapai Rp60 ribu per kilogram (kg). Tidak hanya cabai, komoditas bumbu dapur lainnya juga ikut terdampak. Bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribu, kini melonjak menjadi Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per kg.
Kenaikan harga ini diduga kuat disebabkan oleh kurangnya pasokan dari petani, sementara permintaan konsumen justru meningkat drastis. Kartika, salah satu pedagang cabai setempat, menyebutkan bahwa tren kenaikan harga bahan pokok ini sudah berlangsung selama empat hari terakhir.
Selain itu, komoditas tomat juga mengalami kenaikan dari harga normal Rp5 ribu-Rp7 ribu menjadi Rp8 ribu-Rp10 ribu per kg.
“Sekitaran sudah 4 hari ini, mulai Kamis. Tomat sekarang Rp8 ribu sampai Rp10 ribu, sebelumnya pernah Rp5 ribu, pernah Rp7 ribu,” ujar Kartika, Senin (16/2/2026).
Cabai Rawit di Bandung Tembus Rp100 Ribu
Kondisi serupa, bahkan lebih ekstrem, terjadi di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat. Harga cabai rawit merah mengalami lonjakan drastis sebesar Rp40 ribu, dari harga sebelumnya Rp60 ribu kini tembus di angka Rp100 ribu per kg.
Elli, seorang pedagang sayur di Pasar Kosambi, menuturkan bahwa kenaikan tidak hanya terjadi pada rawit merah, tetapi juga jenis cabai lainnya dengan rata-rata kenaikan Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Berikut rincian kenaikan harga di Pasar Kosambi:
- Cabai Rawit Merah: Rp100.000/kg (sebelumnya Rp60.000)
- Cabai Keriting: Rp50.000/kg (sebelumnya Rp40.000)
- Cabai Tanjung: Rp60.000/kg (sebelumnya Rp40.000)
- Bawang Merah: Rp48.000/kg (sebelumnya Rp44.000)
- Jagung: Rp18.000/kg (sebelumnya Rp14.000)
“Sekarang cabai rawit merah yang naik dari Rp60 ribu sekarang Rp100 ribu sekilo. Terus cabai keriting dari Rp40 ribu sekarang Rp50 ribu dan cabai tanjung dari Rp40 ribu sekarang Rp60 ribu,” tutur Elli.
Akibat lonjakan harga ini, omzet penjualan para pedagang mengalami penurunan karena banyak konsumen yang terpaksa mengurangi jumlah pembelian mereka demi berhemat.











