CIAMISPOST.ID – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menerima kunjungan jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis di Pendopo Bupati, Selasa (03/03/2026). Pertemuan ini digelar dalam rangka koordinasi persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026).
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Bupati Herdiat yang didampingi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, termasuk Asisten Daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Bappeda Ciamis.
Agenda Nasional Sepuluh Tahunan
Kepala BPS Kabupaten Ciamis, Ahmad Luqman, memaparkan bahwa SE 2026 merupakan agenda strategis nasional yang dihelat setiap sepuluh tahun sekali. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Ahmad menjelaskan, pelaksanaan sensus dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Juli 2026. Untuk memaksimalkan pendataan, BPS akan menerjunkan sebanyak 1.699 petugas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.
“Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya memotret jumlah dan persebaran usaha, tetapi juga menggambarkan struktur ekonomi, karakteristik dan profil perusahaan, tingkat produktivitas, daya saing usaha, hingga perkembangan ekonomi digital,” jelas Ahmad Luqman.
Data yang dihimpun nantinya akan sangat komprehensif, meliputi identitas usaha, status badan usaha, jumlah tenaga kerja, hingga gambaran perkembangan usaha terkini. Hasil sensus ini diharapkan menjadi fondasi perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih terarah dan berbasis data akurat.
Dorong Terwujudnya Ciamis Satu Data
Menanggapi rencana tersebut, Bupati Herdiat menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SE 2026. Ia menegaskan bahwa ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang efektif.
“Saya sejak dulu memiliki keinginan agar terwujud Ciamis satu data. Pemerintah tidak bisa bekerja tanpa data. Apalagi ketika kita ingin melakukan intervensi, misalnya dalam penanganan stunting, datanya harus benar-benar akurat,” tegas Herdiat.
Bupati menambahkan, selama ini masih kerap ditemukan diskrepansi atau perbedaan data antar kementerian maupun lembaga. Hal tersebut dinilai berpotensi menghambat efektivitas program-program pemerintah yang menyentuh masyarakat.
Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah dan BPS dalam Sensus Ekonomi 2026 ini, diharapkan lahir data berkualitas yang menjadi pijakan kokoh dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Tatar Galuh Ciamis.











